This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 06 November 2013

Deddy Corbuzier

Ladies lets OCD!

setelah OCD menjadi sebuah fenomene tersendiri di dunia diet, banyak PRO dan KONTRA yang menjadi2 dan di buat2 terutama dari sebagian "ahli" nutrisi ataupun media yang mencoba mencari kesalahan ataupun kelemahan di OCD ini sendiri. salah satunya adalah dgn mengatakan bahwa wanita yg ber OCD akan mengalami gangguan kesuburan bahkan siklus menstruasi nya. hal ini disertai dengan di berikannya bukti penelitian oleh mereka dan hal ini pula yang merupakan kesalahan FATAL dari pola pikir mrk.

1. bila anda mencari kesalahan dalam satu hal maka semua hal akan ada salahnya.. contoh, google efek samping vitamin C.. maka akan ada puluhan efek samping vit C!!! intinya ketika anda mulai mencari2 yah jelas anda mendapatkan nya.
2. tidak membaca lagi dengan teliti. efek puasa pada wanita di lakukan tes pada tikus bukan pada manusia! jadi kalau anda tikus... silahkan stop!!!
3. apabila di lakukan pada manusia, harus diingat tiap manusia adlh individu.. yg berbeda. ada org yg cocok dgn salah satu obat dan ada yg tidak..
4. OCD adalah diet berbasis puasa!! yg sejak awal manusia ada di bumi melakukan hal ini.. bahkan ada puasa Nabi Daud yg hampir sama dgn OCD ini. dan puasa adalah hal yg menyehatkan dan DIAJARKAN mungkin oleh semua agama.
5. para "Ahli" ini melupakan janjinya tuk tetap belajar!! medication and health is a long live study. bukan bersifat sementara dan diam. bila mrk diam pada teori lama dan tidak belajar lagi.. maka patut dipertanyakan ke "Ahli"annya.

pada seminar saya kmrn tgl 25 banyak wanita yg mempertanyakan ttg hal ini..
jawaban saya sederhana...

1. kalau anda wanita dan anda tikus, jangan OCD.
2. tiap manusia berbeda, dengarkan badan anda. kalau menjadi buruk. STOP. beres. ini bukan meminum obat diet yg sudah di telan ternyata bahaya tuk jantung dsb dan anda telat.. u can stop OCD anytime u want.
3. coba jgn dengarkan para ahli atau media, tapi coba mencari tahu lagi.. kadang mereka hanya mencari kesalahan atau MALAS untuk belajar lagi.. jadi hanya berpatokan pada ilmu lama...
4. inilah penelitian ttg OCD pada wanita terbaru... dan dr sudut yg baik...
enjoy.
wanita ber OCD? why not!??
join seminar saya tgl 8 sept..
i will explain u also how to be BIG if ur small... and how to be sexy when ur big!!!!

Sudah Langsing Tapi Gemuk Lagi Saat Diet OCD? Ini Kesalahan Anda

Obsessive Corbuzier's Diet (OCD) merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan yang bisa diterapkan para wanita saat ini. Diet dengan metode puasa tersebut diperkenalkan oleh mentalist Deddy Corbuzier. Umumnya, wanita sering gagal diet karena tidak konsisten dengan program yang sedang dijalaninya.

Deddy menuturkan, banyak wanita yang gagal diet karena terpaksa menjalani program tersebut demi mendapatkan berat badan ideal. Sayangnya, hanya beberapa wanita yang bertahan, selebihnya tidak bisa menahan nafsu makannya. "Yang membuat Anda gagal adalah Anda harus makan makanan yang tidak ada rasanya. Anda mencoba diet setelah sebulan cuma turun sekilo lalu Anda berhenti. Dengan OCD sebulan minimal 5 sampai 6 kg sebulan hilang. Bahkan seminggu bisa 4 kg hilang, langsung efeknya," ujar Deddy kepada wolipop di Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2013).

OCD dilakukan dengan metode puasa 16 jam, 18 jam, 20 jam, hingga akhirnya sehari cuma satu kali. Puasa yang dilakukan tidak akan memberatkan Anda dan langsung mendapatkan hasilnya. Pria 36 tahun itu menyarankan agar menjalani diet OCD sama dengan puasa Ramadan, hanya saja saat puasa diet ini, Anda masih diizinkan untuk minum air putih agar tidak dehidrasi.

Selain itu, Deddy juga menyarankan Anda untuk fokus dengan diet yang sedang dijalani. Pikirkan bahwa Anda sedang menjalani diet OCD dan seminggu berat badan akan turun. Lakukan itu setiap hari sampai terbiasa. Semua tergantung bagaimana Anda berpikir.

"Kalau Anda mau melakukan ini dan mind set Anda mau melakukan ini Anda akan beradaptasi. Beda dengan mau cari makanan ternyata nggak ada makanan. Otak Anda memerintahkan harus makan tapi nggak ada makanan, stres. Kalau otak Anda mengatakan, saya nggak boleh makan, jadi beda," ujar pembawa acara Hitam-Putih di Trans7 itu.

Deddy menambahkan, menjalani OCD lebih mudah dibanding jenis diet lainnya. Umumnya, para pelaku diet OCD bisa beradaptasi setelah tiga hari melakukannya. Setelah itu, Anda tidak akan mencari-cari makanan seperti biasanya sebelum melakukan OCD. "Hal itu terjadi karena liposis, lemak Anda dibakar sedemikian rupa, liver Anda mengeluarkan semua lemak Anda, jadi Anda kenyang," tutupnya.

Benarkah Diet OCD dan Puasa Berselang Bikin Gangguan Psikologis?

Diet puasa berselang seperti Intermittent Fasting (IF) dan Obsessive Corbuzier's Diet (OCD) memang ampuh menurunkan berat badan dengan sangat cepat. Tapi ternyata, diet seperti ini dapat menimbulkan gangguan psikologis bagi yang menjalaninya.

Seperti diutarakan Dito Bastian (25 tahun) yang mengaku sering merasa ketakutan ketika tengah melakukan diet OCD ini.
Kepada liputan6.com dia menceritakan sewaktu melakukan diet ini dengan jendela makan (menahan puasa) selama 8 jam, rasa takut kerap menghantuinya, terutama bila ia telat makan beberapa menit sebelum jendela makan itu berakhir.
"Misalnya saja saya mengambil pola yang delapan jam. Makan dari jam 12 siang sampai jam delapan malam. Nah, sewaktu saya makan di jam 7 lewat 45 menit pesanan saya belum datang juga, saya kerap ketakutan bila sampai melebihi waktu yang sudah ditentukan. Akibatnya, saya suka makan ngebut," jelas Dito saat berbincang dengan, Senin (28/10/2013)
Dilanjutkan Dito, memang OCD yang ia lakukan sangat terlihat sekali hasilnya. Buktinya, sewaktu menimbang untuk OCD di hari pertama, berat badannya ada di angka 97 kilogram. Selama 1,5 bulan setelah melakukan diet itu, berat badannya sudah di angka 87 kilogram, yang artinya beratnya sudah turun sebanyak 10 kilogram.
"Seperti yang saya alami, OCD ini ampuh untuk menurunkan berat badan. Asalkan, olahraganya juga dijalani. Tapi ya itu tadi, kalau saya lebih merasa ketakutan saja bila telat dan melebihi waktu dari jendela makan yang ditentukan," jelasnya.
Untuk diet Intermitten Fasting (IF) sendiri, salah seorang praktisi fitnes mengatakan bahwa temannya pernah mengalami kecemasan yang cukup tinggi ketika menjalani diet IF ini.
"Dia jadi panic attack, dan merembet ke asam lambung naik, sakit maag, jadi GERD. Ke dokter yang diobati cuma masalah GERD-nya saja. Malah, temanku berpikir dia kena sakit jantung, padahal masih muda. Sampai-sampai dia belajar tai chi segala," kata praktisi fitnes yang enggan disebut namanya ini, saat berbincang dengan Health Liputan6.com, Senin (28/10/2013)
Sang praktisi fitnes ini juga pernah mengalami hal yang sama di tahun 2008. Saat itu, ia sampai berobat ke internis, endoskopi 2 kali, dan ke Singapura semua hasilnya baik-baik saja.
"Pernah dibilang GERD ringan. Tapi, saya panic attack parah sampai enggak pernah keluar rumah, takut kambuh soalnya," jelasnya.
"Sampai akhirnya saya ke Psikiater, menditasi, hipnosis, dan semua saya jalanin," tambahnya.
Nahasnya, ternyata ia dan temannya itu sempat diberikan obat penenang Xanac, yang mana obat itu yang membunuh Michael Jackson dan pemain film joker.
"Saya akhirnya sembuh dari semuanya itu dalam kurun waktu 8 sampai 9 bulan, dan ketika teman saya cerita kemarin kondisinya, saya baru ingat bahwa my situastion di tahun 2008 itu juga ketika saya sedang melakukan IF," pungkasnya.
Benarkah OCD dan puasa berselang bikin gangguan psikologis? Hingga kini memang masih kasuistik sifatnya. Belum bisa digeneralisasi. Karena faktanya banyak pelaku OCD dan puasa berselang yang baik-baik saja tanpa gangguan psikologis.
Lagi heboh metode diet OCD (obsessive corbuzier Diet) ada yang pro dan kontra. Adakah efek bahaya/negatif diet OCD bagi yang menjalaninya, atau efek samping terhadap kesehatan? kebetulan saya sendiri sudah 1 bulan menerapkan, dan ternyata ada efek buruk diet OCD ini.
Saya bukan termasuk obesitas, hanya kelebihan berat badan 2-3 Kg saja, sehingga dalam 1 bulan menjalankan OCD, berat badan sudah kembali normal. Selain itu kebetulan saya juga menjalankan fitnes ringan untuk membentuk badan supaya sehat dan bagus. Ini beberapa efek samping menjalankan OCD.
1. Malas Jogging
Saya pribadi, dulu sebelum menjalanka OCD sering joging dengan niat menjaga berat badan. Tapi sekarang jarang sekali jogging, karena OCD lebih efektif untuk menjaga berat badan. Jadi cuman olahraga angkat beban di rumah, kadang di gym.
2. Dilema saat bertamu
Seringkali pada jam puasa bertamu ke rumah saudara atau teman pasti disuguh minum manis dan camilan, kadang ditawari makan juga. Kalau bilang puasa, puasa apa? kalau bilang OCD/diet, kelihatan aneh, lawong enggak gemuk. Gagal puasa OCD nya, gapapalah sekali-kali ga OCD an.
3. Celana agak longgar
Celana jeans ku jadi agak longgar, tapi ga terlalu masalah, cuman dai 30 ke 29, ga terlalu beda jauh.
4. Jadi suka ngaca
Karena melakukan fitnes, otomatis suka ngaca progres perut sixpacknya XD. Jujur agak susah untuk bikin sixpack. Tapi yang jelas perut ga ada pelampung lagi kayak dulu.
Efek untuk kesehatan?
Kebetulan selama ini tidak ada masalah, saya mulai jendela makan 6 jam, selang seling 6-4. Malah 2 hari tiap minggu makan bebas. La ga obesitas kog. Ga pake yang 24 jam, takut malah kurus, sebab pernah dulu kurus ga gemuk-gemuk.
Oya, kalo kelebihan makan perut rasanya ga enak, terasa berat gitu, kadang pusing juga kalau kelebihan makan (pas ga OCD)
- See more at: http://mancinginfo.blogspot.com/2013/09/efek-buruk-diet-ocd.html#sthash.5mRRi257.dpuf

Gara-Gara OCD

Hello everyone! *gaya
Kali ini gw mau membahas OCD alias Obsessive Corbuzier’s Diet bukan OCD masalah kejiwaan ya. Jadi konon si om Deddy yang mantan pesulap itu, tiba-tiba merubah tampilan-nya yang tadinya terlihat biasa saja atau mungkin di awal kemunculan-nya mempunyai badan agak tambun dengan kepala Bezita dragon ball tapi belakang gondrong. Tanpa sadar gw lagi nge-kaskus terus gemparlah tentang OCD ini disalah satu thread. Dan ada web yang membagikan gratis semacam e-book tinggal donlot tentang melakukan Diet “nikmat” ini.
Obsessive Corbuzier’s Diet di klaim merupakan diet para murid shaolin, dimana metode diet ini di fokuskan pada pola puasa (membatasi waktu makan) dan menghindari sarapan pagi. Pola puasa yang digunakan bukan seperti pola puasa muslim, pada pola puasa muslim tubuh tidak mengkonsumsi makanan dan minuman mulai fajar sampai terbenamnya matahari (di Indonesia berarti menahan lapar dan dahaga selama 13 jam) sedangkan pada Obsessive Corbuzier’s Diet waktu puasanya adalah 16 jam, 18 jam, 20 jam bahkan 24 jam. Pada puasa Obsessive Corbuzier’s Diet, pelaku diet masih diperbolehkan mengkonsumsi minuman dengan syarat 0 kalori. Yang menarik pada Obsessive Corbuzier’s Diet, tidak ada pantangan apapun dalam mengkonsumsi makanan di waktu makan sehingga Obsessive Corbuzier’s Diet cocok bagi pelaku diet yang tidak dapat menghindari gorengan, santan dan makanan junk food lainnya.
well, hampir semingguan ini gw lagi mencoba OCD, walau beberapa hari sempet gagal karena jam-jam 8-9 malem itu adalah waktu perut gw lagi gragas-gragasnya. Jadi lagi mencoba puasa 18 jam dan yang 6 jam-nya gw makan sesuka hati (agak salah penerapan emang), tapi setelah beberapa hari ini gw mencoba agak “terasa” walaupun gw masih agak bimbang dan ragu kalau ini masih sebatas sugesti dimana gw merasa badan lebih enakan walaupun porsi makan gak gw kurangin, hanya saja Jam makan yang dibatasi. Diluar kontroversi tentang kelebihan dan kekurangan OCD ini dimana dilarang sarapan yang menurut para ahli malah akan menggagalkan proses diet, tapi mari kita coba untuk hidup yang lebih sehat.
Yah mudah-mudahan aja diet versi si mentalis botak yang lagi ngetrend ini bisa berhasil tanpa menimbulkan efek samping, dimana kita hanya dituntut istiqomah dengan mengatur jam makan, dan lagi 18 jam itu boleh minum air putih kok. Soal sarapan pagi, emang dari jaman SD gw udah jarang sarapan pagi, soalnya agak-agak eneg gitu klo haru makan sesuatu, paling banter minum susu sebelum berangkat sekolah yang mengakibatkan jadi BAB pas udah sampe sekolah.
OCD versi gw :
1. Tentuin mau pake yang berapa jam puasanya, klo gw karena perjaka tambun pemakan segala jadi milih yang tengah-tengah 18 Jam
2. Dari 6 Jam yang you can eat everything itu diusahain jam-jam akhir sebelum mulai berenti makan, minum yang manis biar kuat
3. 18 Jam puasa itu banyakin air putih, sebelum makan siang, usahain badan olahraga, entah lari-lari kecil, angkat beban yang gak terlalu banyak
4. Karena gw takut laper klo malem, masih berusaha makan yang banyak sebelum mulai berenti makan, ama ngemil kecil-kecilan klo udah gak tahan, jangan dimakanin nasi
5. Nanti seminggu awal akan berasa sedikit perbedaan, dimana nafas lebih entengan, badan mulai agak fit, walau gw belum berani nimbang badan
Selamat mencoba,
buat yang berat badan diatas 100kg kayak gw, niatin bukan biar ganteng/cantik, biar macho atau badan kayak model, tapi untuk sehat biar di hari tua gak keluar banyak uang buat sakit yang pasti dateng pas usia senja

Inilah Dampak Negatif Diet Metode `Puasa Berselang`

Jika di luar negeri masyarakatnya tengah asyik melakukan Intemittent Fasting (IF) atau puasa berselang, di Indonesia, sebagian masyarakatnya tengah menggandrungi diet baru yang gencar dikerjakan mentalist ternama Deddy Corbuzier, Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Dua metode ini mirip. Bila Anda ingin mencoba IF, ketahui dulu positif dan negatifnya.

Anda yang tertarik melakukan diet IF, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, terutama para wanita:

Seperti dilansir Charles Poliquin, Sabtu (24/8/2013), ada beberapa dampak negatif untuk para wanita, yang disebabkan akibat melakukan diet IF.

1. Obsesi atas makanan

Seperti yang diketahui, IF menggunakan program jendela makan untuk lebih mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Bila belum waktunya untuk 'berbuka', maka pelaku dilarang untuk makan, hanya boleh minum dengan catatan tidak berkalori.
Tahukah Anda, karena efek seperti ini cenderung membuat wanita terserang rasa panik, dan cemas. Kebanyakan wanita akan terus memantau jam, dengan harapan dapat makan apa yang diinginkannya. Karena jika terlambat, bisa saja waktunya tersebut masuk kembali wanita tersebut diharuskan untuk berpuasa.
2. Sulit tidur (insomnia)
Insomnia ini memang sering menimpa kaum wanita, karena membangkitkan aktivitasi pada neuron hypocretin yang terjaga.
3. Menstruasi yang tidak teratur
Dalam situs itu disebutkan, IF dapat menjadi malapetaka bagi kebanyakan wanita dalam berbagai bentuk terutama dalam hal hormonal. Terjadinya jerawat, gangguan metabolik, obsesi atas citra tubuh, dan ketidakteraturan menstruasi.

4. Mematikan ovarium

Seiring waktu berjalan, IF ternyata dapat mematikan ovarium pada wanita, dan membuatnya tetap sadar di malam hari, yang mungkin ini merupakan respons penyesuaian, sehingga membuat wanita tersebut lebih mungkin untuk berburu makanan, agar membuatnya tetap hidup.
Bisa jadi gejala ini berbeda antara satu orang dengan yang lain. Jadi, ada baiknya sebelum kamu memutuskan untuk melakukan diet yang serupa dengan metode IF, ada baiknya untuk melihat dampak negatif yang akan diterima. Bagaimana dengan OCD? Kita belum tahu.
(Adt/Abd)