Kepada liputan6.com dia menceritakan sewaktu melakukan diet ini dengan jendela makan (menahan puasa) selama 8 jam, rasa takut kerap menghantuinya, terutama bila ia telat makan beberapa menit sebelum jendela makan itu berakhir.
"Misalnya saja saya mengambil pola yang delapan jam. Makan dari jam 12 siang sampai jam delapan malam. Nah, sewaktu saya makan di jam 7 lewat 45 menit pesanan saya belum datang juga, saya kerap ketakutan bila sampai melebihi waktu yang sudah ditentukan. Akibatnya, saya suka makan ngebut," jelas Dito saat berbincang dengan, Senin (28/10/2013)
Dilanjutkan Dito, memang OCD yang ia lakukan sangat terlihat sekali hasilnya. Buktinya, sewaktu menimbang untuk OCD di hari pertama, berat badannya ada di angka 97 kilogram. Selama 1,5 bulan setelah melakukan diet itu, berat badannya sudah di angka 87 kilogram, yang artinya beratnya sudah turun sebanyak 10 kilogram.
"Seperti yang saya alami, OCD ini ampuh untuk menurunkan berat badan. Asalkan, olahraganya juga dijalani. Tapi ya itu tadi, kalau saya lebih merasa ketakutan saja bila telat dan melebihi waktu dari jendela makan yang ditentukan," jelasnya.
Untuk diet Intermitten Fasting (IF) sendiri, salah seorang praktisi fitnes mengatakan bahwa temannya pernah mengalami kecemasan yang cukup tinggi ketika menjalani diet IF ini.
"Dia jadi panic attack, dan merembet ke asam lambung naik, sakit maag, jadi GERD. Ke dokter yang diobati cuma masalah GERD-nya saja. Malah, temanku berpikir dia kena sakit jantung, padahal masih muda. Sampai-sampai dia belajar tai chi segala," kata praktisi fitnes yang enggan disebut namanya ini, saat berbincang dengan Health Liputan6.com, Senin (28/10/2013)
Sang praktisi fitnes ini juga pernah mengalami hal yang sama di tahun 2008. Saat itu, ia sampai berobat ke internis, endoskopi 2 kali, dan ke Singapura semua hasilnya baik-baik saja.
"Pernah dibilang GERD ringan. Tapi, saya panic attack parah sampai enggak pernah keluar rumah, takut kambuh soalnya," jelasnya.
"Sampai akhirnya saya ke Psikiater, menditasi, hipnosis, dan semua saya jalanin," tambahnya.
Nahasnya, ternyata ia dan temannya itu sempat diberikan obat penenang Xanac, yang mana obat itu yang membunuh Michael Jackson dan pemain film joker.
"Saya akhirnya sembuh dari semuanya itu dalam kurun waktu 8 sampai 9 bulan, dan ketika teman saya cerita kemarin kondisinya, saya baru ingat bahwa my situastion di tahun 2008 itu juga ketika saya sedang melakukan IF," pungkasnya.
Benarkah OCD dan puasa berselang bikin gangguan psikologis? Hingga kini memang masih kasuistik sifatnya. Belum bisa digeneralisasi. Karena faktanya banyak pelaku OCD dan puasa berselang yang baik-baik saja tanpa gangguan psikologis.
Lagi heboh metode diet OCD (obsessive corbuzier Diet) ada yang pro dan kontra. Adakah efek bahaya/negatif diet OCD bagi yang menjalaninya, atau efek samping terhadap kesehatan? kebetulan saya sendiri sudah 1 bulan menerapkan, dan ternyata ada efek buruk diet OCD ini.

Saya bukan termasuk obesitas, hanya kelebihan berat badan 2-3 Kg saja,
sehingga dalam 1 bulan menjalankan OCD, berat badan sudah kembali
normal. Selain itu kebetulan saya juga menjalankan fitnes ringan untuk
membentuk badan supaya sehat dan bagus. Ini beberapa efek samping menjalankan OCD.
1. Malas Jogging
Saya pribadi, dulu sebelum menjalanka OCD sering joging dengan niat
menjaga berat badan. Tapi sekarang jarang sekali jogging, karena OCD
lebih efektif untuk menjaga berat badan. Jadi cuman olahraga angkat
beban di rumah, kadang di gym.
2. Dilema saat bertamu
Seringkali pada jam puasa bertamu ke rumah saudara atau teman pasti
disuguh minum manis dan camilan, kadang ditawari makan juga. Kalau
bilang puasa, puasa apa? kalau bilang OCD/diet, kelihatan aneh, lawong
enggak gemuk. Gagal puasa OCD nya, gapapalah sekali-kali ga OCD an.
3. Celana agak longgar
Celana jeans ku jadi agak longgar, tapi ga terlalu masalah, cuman dai 30 ke 29, ga terlalu beda jauh.
4. Jadi suka ngaca
Karena melakukan fitnes, otomatis suka ngaca progres perut sixpacknya
XD. Jujur agak susah untuk bikin sixpack. Tapi yang jelas perut ga ada
pelampung lagi kayak dulu.
Efek untuk kesehatan?
Kebetulan selama ini tidak ada masalah, saya mulai jendela makan 6 jam,
selang seling 6-4. Malah 2 hari tiap minggu makan bebas. La ga obesitas
kog. Ga pake yang 24 jam, takut malah kurus, sebab pernah dulu kurus ga
gemuk-gemuk.
Oya, kalo kelebihan makan perut rasanya ga enak, terasa berat gitu, kadang pusing juga kalau kelebihan makan (pas ga OCD)
- See more at: http://mancinginfo.blogspot.com/2013/09/efek-buruk-diet-ocd.html#sthash.5mRRi257.dpuf






0 komentar:
Posting Komentar